Senin, 18 Desember 2017

MAKALAH PSIKOLOGI PERKEMBANGAN

KATA PENGANTAR


Assalaamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh
          Alhamdulillah marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT, yang telah memberikan kesempatan kepada kami semua untuk membuat makalah,  Tidak lupa juga marilah kita curahkan shalawat serta salam kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, semoga kita kelak akan mendapatkan syafaatnya di yaumil akhir. Aamiin yaa Rabbal ‘aalaamiin...

Yang Terhomat kepada bapak SETYO LELONO, M.Pd.,Kons. yang telah memberikan bimbingannya kepada kami dalam pembuatan makalah yang berjudul “Karakteristik Peserta Didik”. Serta teman-teman yang telah memberikan dukungannya kepada kami. Saya  mohon maaf, apabila dalam pembuatan makalah ini kami mempunyai banyak kesalahan, baik dalam penulisan atau penyampaian, karena kami masih dalam tahap belajar. Dan kami memohon ktitikannya dalam makalah ini, agar kami dapat memperbaikinya.
Sekian dari kami, lebih dan kurangnya mohon maaf dan kepada Allah SWT, kami mohon ampun. Terimakasih...
wassalaamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh. . .




























DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR …………………………………………………...

DAFTAR ISI ……………………………………………………………..

BAB I PENDAHULUAN
1.      Latar Belakang ……………………………………………………
2.      Rumusan Masalah ……………………………………..................


BAB II PEMBAHASAN
     
   Karakteristik Peserta Didik…………………………………………..
A.    Pengertian Individu sebagai Peserta Didik……………………….
B.     Karakteristik Individu sebagai Peserta Didik…………………….

BAB III PENUTUP
C.     Kesimpulan ……………………………………………………….

DAFTAR PUSTAKA













BAB I
PENDAHULUAN

1.    Latar Belakang

Sebagai seorang guru, sangat perlu memahami perkembangan peserta didik. Perkembangan peserta didik tersebut meliputi: perkembangan fisik, perkembangan sosioemosional, dan bermuara pada perkembangan intelektual. Perkembangan fisik dan perkembangan sosio sosial mempunyai kontribusi yang kuat terhadap perkembangan intelektual atau perkembangan mental atau perkembangan kognitif siswa.
Pemahaman terhadap perkembangan peserta didik di atas, sangat diperlukan untuk merancang pembelajaran yang kondusif yang akan dilaksanakan. Rancangan pembelajaran yang kondusif akan mampu meningkatkan motivasi belajar siswa sehingga mampu meningkatkan proses dan hasil pembelajaran yang diinginkan.

2.   Rumusan Masalah
.     
1.      Apa pengertian Psikologi Perkembangan Peserta Didik ?
2.      Apa tujuan Psikologi Perkembangan Peserta Didik ?
3.      Apa manfaat Psikologi Perkembangan Peserta Didik ?
4.       Apa karakteristik peserta didik ?









BAB II
PEMBAHASAN

Karakteristik Peserta Didik

A.    Pengertian Individu Sebagai Peserta Didik

[1]Individu berasal dari kata indivera yang berarti satu kesatuan organisme yang tidak dapat dipisahkan. Individu merupakan kata benda dari individual yang berarti orang atau perseorangan(Echols,1975: 519).

Setiap individu pasti mengalami proses pertumbuhan dan perkembangan,karena itu merupakan sifat kodrat manusia yang perlu diperhatikan. Perbedaan makna dari pertumbuhan dan perkembangan adalah istilah pertumbuhan digunakan untuk menyatakan perubahan kuantitatif mengenai aspek fisik atau biologis, sedangkan istilah perkembangandigunakan untuk perubahan kualitatif mengenai aspek psikis atau rohani. Dalam proses pertumbuhan dan perkembangannya, manusia memiliki berbagai kebutuhan yang dapat dibedakan menjadi kebutuhan primer dan kebutuhan sekunder. Selain itu seiring usianya bertambah,kebutuhan individupun akan juga bertambah.

Psikologi merupakan suatu disiplin ilmu yang sangat besar manfaatnya bagi kehidupan manusia. Psikologi menempatkan manusia sebagai objek kajiannya. Manusia sendiri adalah makhluk individual sekaligus makhluk sosial. Menyadari posisi manusia yang demikian, maka secara jelas, yang menjadi obek kajian psikologi modern adalah, manusia serta aktifitas-aktifitas mentalnya dalam interaksi dengan lingkungannya.

       Secara umum psikologi dapat dibedakan menjadi dua cabang, yaitu psikologi teoritis, dan psikologi terapan. Psikologi teoritis dapat pula dibedakan atas dua bagian, yaitu psikologi umum dan psikologi khusus. Psikologi umum adalah psikologi teoritis yang mempelajari aktifitas-aktifitas mental manusia yang bersifat umum dalam rangka mencari dalil-dalil umum dan teori-teori psikologi. Sedangkan psikologi khusus adalah psikologi teoritis yang menyelidiki segi-segi khusus aktifitas mental manusia, psikologi khusus ini terdiri dari:[2]
a.       Psikologi perkembangan, mengkaji perkembangan tingkah laku dan aktifitas mental manusia sepanjang rentang kehidupannya, mulai dari masa konsepsi hingga meninggal dunia.
b.      Psikologi sosial, mengkaji aktifitas, mental manusia dalam kaitannya dengan situasi sosial.
c.       Psikologi kepribadian, mengkaji struktur kepribadian manusia sebagai satu kesatuan utuh.
d.      Psikologi abnormal, mengkaji aktifitas mental individu yang tergolong abnormal.
e.       Psikologi diferensial, menguraikan tentang perbedaan-perbedaan antar individu.

  Psikologi khusus kemungkinan akan terus berkembang sesuai dengan situasi dan kebutuhan. Karena itu tidak tertutup kemungkinan akan bermunculan cabang-cabang psikologi khusus lainnya, seperti psikologi perkembangan peserta didik. Mengacu pada pengertian dan pembagian psikologi, maka dapat dipahami bahwa psikologi perkembangan peserta didik adalah bidang kajian psikologi perkembangan yang secara khusus mempelajari aspek-aspek perkembangan individu yang berada pada tahap usia sekolah dasar dan sekolah menengah.

B.     Karakteristik Individu sebagai Peserta Didik
Individu berasal dari kata indivera yang berarti satu kesatuan organisme yang tidak dapat dipisahkan. Individu merupakan kata benda dari individual yang berarti orang atau perseorangan (Echols,1975: 519). Setiap individu pasti mengalami proses pertumbuhan dan perkembangan,karena itu merupakan sifat kodrat manusia yang perlu diperhatikan.

Perbedaan makna dari pertumbuhan dan perkembangan adalah istilah pertumbuhan digunakan untuk menyatakan perubahan kuantitatif mengenai aspek fisik atau biologis, sedangkan istilah perkembangandigunakan untuk perubahan kualitatif mengenai aspek psikis atau rohani. Dalam proses pertumbuhan dan perkembangannya, manusia memiliki berbagai kebutuhan yang dapat dibedakan menjadi kebutuhan primer dan kebutuhan sekunder. Selain itu seiring usianya bertambah,kebutuhan individupun akan juga bertambah.

Individu memiliki sifat bawaan(heredity) dan karakteristik yang diperoleh dari pengaruh lingkungan sekitar.Menurut ahli psikologi, kepribadian dibentuk oleh perpaduan faktor pembawaan dan lingkungan. Karakteristik yang bersifat biologis cenderung lebih bersifat tetap,sedangkan karakteristik yang berkaitan dengan faktor psikologis lebih mudah berubah karena dipengaruhi oleh pengalaman dan lingkungan.

a.       Pengertian dan Karakteristik Kehidupan Pribadi
1)      Pengertian: Kehidupan individu yang utuh, lengkap, dan memiliki cirri khusus/unik. Kehidupan pribadi seseorang menyangkut berbagai aspek,antara lain:
2)      aspek emosional
3)      aspek sosial psikologis
4)      aspek sosial budaya

kemampuan intelektual terpadu secara integratif terhadap faktor   lingkungan.[3]
Karakteristik kehidupan pribadi bersifat khusus,dengan kata laintidak dapat disamakan dengan individu-individu lainnya. Seseorang individu juga memerlukan sebuah pengakuan dari pihak lain tentang harga dirinya.Ia mempunyai harga diri dan berkeinginan untuk selalu mempertahankan harga diri tersebut.

b.      Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Pribadi
Perkembangan pribadi yang menyangkut aspek psikologis dapat ditunjukkan oleh sikap dan perilakunya.Menurut ahli psikologi perkembangan kehidupan pribadi manusia dipengaruhi oleh faktor keturunan (pembawaan) dan faktor lingkungan (pengalaman). Aliran Nativisme menyatakan perkembanagn pribadi telah ditentukan sejak lahir,sedangkan aliran Empirisme menyatakan perkembangan pribadi dibentuk oleh lingkungan hidupnya. Aliran yang menyatakan bahwa kedua faktor itu secara terpadu memberikan pengaruh tarhadap kehidupan seseorang adalah aliran konvergensi.

c.       Perbedaan Individu dalam Perkembangan Pribadi
Perkembangan pribadi setiap individu berbeda-beda sesuai dengan pembawaan dan lingkungan tempat mereka hidup dan dibesarkan. Oleh karena itu, kepribadian setiap individu akanberbeda-beda sesuai denga sifat badan dankondisi lingkungan hidupnya.
d.    Pengaruh Perkembangan Kehidupan Pribadi terhadap Tingkah Laku
Kepribadian atau tingkah laku seseorang dipengaruhi oleh proses perkembangan kehidupan sebelumnya dan dalam perjalanannya berinteraksi dengan lingkungannya serta kejadian-kejadian saat sekarang.
Kehidupan pribadi yang mantap akan membentuk perilaku yang mantap pula,sehingga mampu memecahkan berbagai permasalahan hidupnya.
e.   Upaya Pengembangan Kehidupan Pribadi
Upaya pengembangan kehidupan pribadi dapat dilakukan sbb.:[4]
·         Membiasakan hidup sehat,teratur,serta efisien waktu, mengenal dan memahami nilai-nilai dan norma sosial yang berlaku secara baik dan benar.
·         Mengerjakan tugas dan pekerjaan sehari-hari secara mandiri dan penuh tanggung jawab
·          Sering bersosialisasi dengan masyarakat.
·         Melatih cara merespon berbagai masalah dengan baik.
·         Menghindari sikap dan tindakan yang bersifat lari dari masalah.
·         Disiplin, patuh, dan tanggung jawab terhadap aturan hidup keluarga.
·         Melaksanakan peran sesuai status dan tanggung jawab dalam kehidupan keluarga.
·         Berusaha dengan sungguh-sungguh untuk meningkatakan penguasaan ilmu pengetahuan dan ketrampilan sesuai dengan bakat dan minat yang dimiliki,baik melalui pendidikan yang formal maupun tidak.
Selain itu perlu diciptakan suasana yang kondusif dan keteladanan dari pihak yang memiliki otoritas, serta mengefektifkan perkembangan social.


BAB III

PENUTUP



Kesimpulan

Peserta didik mserupakan subjek utama dalam penyelenggaran  pembelajaran. Tugas utama peserta didik adalah belajar, yaitu kegiatan atau usaha yang dilakukan untuk memperoleh perubahan perilaku dari segala aspek, mulai dari kognitif sampai psikomotorik.

Selama proses belajar berlangsung, pengembangan kepribadian peserta didik pun ikut berubah. Faktor-faktor yang mempengaruhinya adalah faktor bawaan, termasuk sifat-sifat yang diturunkan kepada anaknya, pengalaman awal dalam lingkungan keluarga ketika anak masih kecil pengalaman kehidupan selanjutnya dapat memperkuat konsep diri dan dasar kepribadian yang sudah ada. Begitu banyak tipe dan karakteristik dari kepribadian dan tiap individu.

Dan setiap orang memiliki kepribadian yang tidak sama, sehingga dengan ketidaksamaan tiap individu, para pendidik harus bisa memahami kepribadian masing-masing agar prestasi peserta didik satu dengan peserta lainnya mempunyai peluang yang sama tanpa membuat kepribadian buruk mereka muncul.
















DAFTAR PUSTAKA

Ø  https://swdinside.blogspot.co.id/2013/10/pengertian-pedagogik/diakses 19 september 2016
Ø  Sardiman. 2011. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: Rajawali Press










Tidak ada komentar:

Posting Komentar