KATA PENGANTAR
Assalaamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh
Alhamdulillah marilah
kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT, yang telah memberikan
kesempatan kepada kami semua untuk membuat makalah, Tidak lupa juga marilah kita curahkan
shalawat serta salam kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, semoga kita kelak
akan mendapatkan syafaatnya di yaumil akhir. Aamiin yaa Rabbal ‘aalaamiin...
Yang Terhomat kepada
bapak SETYO
LELONO, M.Pd.,Kons. yang telah memberikan bimbingannya kepada kami dalam pembuatan makalah
yang berjudul “Karakteristik Peserta Didik”. Serta teman-teman yang telah
memberikan dukungannya kepada kami. Saya
mohon maaf, apabila dalam pembuatan makalah ini kami mempunyai banyak
kesalahan, baik dalam penulisan atau penyampaian, karena kami masih dalam tahap
belajar. Dan kami memohon ktitikannya dalam makalah ini, agar kami dapat
memperbaikinya.
Sekian dari kami, lebih dan kurangnya mohon maaf dan
kepada Allah SWT, kami mohon ampun. Terimakasih...
wassalaamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh. . .
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR …………………………………………………...
DAFTAR ISI ……………………………………………………………..
BAB I PENDAHULUAN
1. Latar Belakang ……………………………………………………
2. Rumusan Masalah ……………………………………..................
BAB II PEMBAHASAN
Karakteristik Peserta
Didik…………………………………………..
A.
Pengertian Individu sebagai Peserta
Didik……………………….
B.
Karakteristik Individu sebagai Peserta
Didik…………………….
BAB III PENUTUP
C. Kesimpulan ……………………………………………………….
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
1.
Latar Belakang
Sebagai seorang guru, sangat perlu
memahami perkembangan peserta didik. Perkembangan peserta didik tersebut
meliputi: perkembangan fisik, perkembangan sosioemosional, dan bermuara pada
perkembangan intelektual. Perkembangan fisik dan perkembangan sosio sosial
mempunyai kontribusi yang kuat terhadap perkembangan intelektual atau
perkembangan mental atau perkembangan kognitif siswa.
Pemahaman terhadap perkembangan
peserta didik di atas, sangat diperlukan untuk merancang pembelajaran yang
kondusif yang akan dilaksanakan. Rancangan pembelajaran yang kondusif akan
mampu meningkatkan motivasi belajar siswa sehingga mampu meningkatkan proses
dan hasil pembelajaran yang diinginkan.
2. Rumusan
Masalah
.
1. Apa pengertian Psikologi
Perkembangan Peserta Didik ?
2. Apa tujuan Psikologi Perkembangan
Peserta Didik ?
3. Apa manfaat Psikologi Perkembangan
Peserta Didik ?
4. Apa
karakteristik peserta didik ?
BAB II
PEMBAHASAN
Karakteristik Peserta Didik
A.
Pengertian Individu Sebagai Peserta
Didik
[1]Individu
berasal dari kata indivera yang berarti satu kesatuan organisme yang tidak
dapat dipisahkan. Individu merupakan kata benda dari individual yang berarti
orang atau perseorangan(Echols,1975: 519).
Setiap
individu pasti mengalami proses pertumbuhan dan perkembangan,karena itu
merupakan sifat kodrat manusia yang perlu diperhatikan. Perbedaan makna dari
pertumbuhan dan perkembangan adalah istilah pertumbuhan digunakan untuk
menyatakan perubahan kuantitatif mengenai aspek fisik atau biologis, sedangkan
istilah perkembangandigunakan untuk perubahan kualitatif mengenai aspek psikis
atau rohani. Dalam proses pertumbuhan dan perkembangannya, manusia memiliki
berbagai kebutuhan yang dapat dibedakan menjadi kebutuhan primer dan kebutuhan
sekunder. Selain itu seiring usianya bertambah,kebutuhan individupun akan juga
bertambah.
Psikologi merupakan suatu disiplin ilmu yang sangat besar
manfaatnya bagi kehidupan manusia. Psikologi menempatkan manusia sebagai objek
kajiannya. Manusia sendiri adalah makhluk individual sekaligus makhluk sosial.
Menyadari posisi manusia yang demikian, maka secara jelas, yang menjadi obek
kajian psikologi modern adalah, manusia serta aktifitas-aktifitas mentalnya
dalam interaksi dengan lingkungannya.
Secara
umum psikologi dapat dibedakan menjadi dua cabang, yaitu psikologi teoritis, dan psikologi terapan. Psikologi teoritis dapat pula dibedakan atas dua bagian,
yaitu psikologi umum dan psikologi khusus. Psikologi umum adalah psikologi teoritis yang mempelajari
aktifitas-aktifitas mental manusia yang bersifat umum dalam rangka mencari
dalil-dalil umum dan teori-teori psikologi. Sedangkan psikologi khusus adalah
psikologi teoritis yang menyelidiki segi-segi khusus aktifitas mental manusia,
psikologi khusus ini terdiri dari:[2]
a.
Psikologi perkembangan, mengkaji perkembangan tingkah laku dan aktifitas mental
manusia sepanjang rentang kehidupannya, mulai dari masa konsepsi hingga
meninggal dunia.
b.
Psikologi sosial, mengkaji aktifitas, mental manusia dalam kaitannya dengan
situasi sosial.
c.
Psikologi kepribadian, mengkaji struktur kepribadian manusia sebagai satu
kesatuan utuh.
d.
Psikologi abnormal, mengkaji aktifitas mental individu yang tergolong abnormal.
e.
Psikologi diferensial, menguraikan tentang perbedaan-perbedaan antar individu.
Psikologi
khusus kemungkinan akan terus berkembang sesuai dengan situasi dan kebutuhan.
Karena itu tidak tertutup kemungkinan akan bermunculan cabang-cabang psikologi
khusus lainnya, seperti psikologi
perkembangan peserta didik. Mengacu pada pengertian dan pembagian
psikologi, maka dapat dipahami bahwa psikologi perkembangan peserta didik
adalah bidang kajian psikologi
perkembangan yang secara khusus mempelajari aspek-aspek perkembangan individu
yang berada pada tahap usia sekolah dasar dan sekolah menengah.
B. Karakteristik Individu sebagai
Peserta Didik
Individu berasal dari kata indivera
yang berarti satu kesatuan organisme yang tidak dapat dipisahkan. Individu
merupakan kata benda dari individual yang berarti orang atau perseorangan
(Echols,1975: 519). Setiap individu pasti mengalami proses pertumbuhan dan
perkembangan,karena itu merupakan sifat kodrat manusia yang perlu diperhatikan.
Perbedaan makna dari pertumbuhan dan
perkembangan adalah istilah pertumbuhan digunakan untuk menyatakan perubahan
kuantitatif mengenai aspek fisik atau biologis, sedangkan istilah
perkembangandigunakan untuk perubahan kualitatif mengenai aspek psikis atau
rohani. Dalam proses pertumbuhan dan perkembangannya, manusia memiliki berbagai
kebutuhan yang dapat dibedakan menjadi kebutuhan primer dan kebutuhan sekunder.
Selain itu seiring usianya bertambah,kebutuhan individupun akan juga bertambah.
Individu memiliki sifat bawaan(heredity) dan karakteristik
yang diperoleh dari pengaruh lingkungan sekitar.Menurut ahli psikologi, kepribadian
dibentuk oleh perpaduan faktor pembawaan dan lingkungan. Karakteristik yang
bersifat biologis cenderung lebih bersifat tetap,sedangkan karakteristik yang
berkaitan dengan faktor psikologis lebih mudah berubah karena dipengaruhi oleh
pengalaman dan lingkungan.
a.
Pengertian dan Karakteristik Kehidupan Pribadi
1)
Pengertian: Kehidupan individu yang utuh, lengkap, dan memiliki cirri
khusus/unik. Kehidupan pribadi seseorang menyangkut berbagai aspek,antara lain:
2)
aspek emosional
3)
aspek sosial psikologis
4)
aspek sosial budaya
kemampuan
intelektual terpadu secara integratif terhadap faktor lingkungan.[3]
Karakteristik kehidupan pribadi bersifat khusus,dengan kata
laintidak dapat disamakan dengan individu-individu lainnya. Seseorang individu
juga memerlukan sebuah pengakuan dari pihak lain tentang harga dirinya.Ia
mempunyai harga diri dan berkeinginan untuk selalu mempertahankan harga diri
tersebut.
b. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi
Perkembangan Pribadi
Perkembangan pribadi yang menyangkut aspek psikologis dapat
ditunjukkan oleh sikap dan perilakunya.Menurut ahli psikologi perkembangan
kehidupan pribadi manusia dipengaruhi oleh faktor keturunan (pembawaan) dan
faktor lingkungan (pengalaman). Aliran Nativisme menyatakan perkembanagn
pribadi telah ditentukan sejak lahir,sedangkan aliran Empirisme menyatakan
perkembangan pribadi dibentuk oleh lingkungan hidupnya. Aliran yang menyatakan
bahwa kedua faktor itu secara terpadu memberikan pengaruh tarhadap kehidupan
seseorang adalah aliran konvergensi.
c.
Perbedaan Individu dalam
Perkembangan Pribadi
Perkembangan pribadi setiap individu berbeda-beda sesuai
dengan pembawaan dan lingkungan tempat mereka hidup dan dibesarkan. Oleh karena
itu, kepribadian setiap individu akanberbeda-beda sesuai denga sifat badan
dankondisi lingkungan hidupnya.
d.
Pengaruh Perkembangan Kehidupan Pribadi terhadap Tingkah Laku
Kepribadian atau tingkah laku seseorang
dipengaruhi oleh proses perkembangan kehidupan sebelumnya dan dalam perjalanannya
berinteraksi dengan lingkungannya serta kejadian-kejadian saat sekarang.
Kehidupan pribadi yang mantap akan membentuk perilaku yang mantap pula,sehingga mampu memecahkan berbagai permasalahan hidupnya.
Kehidupan pribadi yang mantap akan membentuk perilaku yang mantap pula,sehingga mampu memecahkan berbagai permasalahan hidupnya.
e. Upaya
Pengembangan Kehidupan Pribadi
Upaya pengembangan kehidupan pribadi dapat dilakukan sbb.:[4]
·
Membiasakan hidup sehat,teratur,serta efisien
waktu, mengenal dan memahami nilai-nilai dan norma sosial yang berlaku secara
baik dan benar.
·
Mengerjakan tugas dan pekerjaan sehari-hari
secara mandiri dan penuh tanggung jawab
·
Sering
bersosialisasi dengan masyarakat.
·
Melatih cara merespon berbagai masalah dengan
baik.
·
Menghindari sikap dan tindakan yang bersifat
lari dari masalah.
·
Disiplin, patuh, dan tanggung jawab terhadap
aturan hidup keluarga.
·
Melaksanakan peran sesuai status dan tanggung
jawab dalam kehidupan keluarga.
·
Berusaha dengan sungguh-sungguh untuk
meningkatakan penguasaan ilmu pengetahuan dan ketrampilan sesuai dengan bakat
dan minat yang dimiliki,baik melalui pendidikan yang formal maupun tidak.
Selain itu perlu diciptakan suasana yang kondusif dan keteladanan dari pihak yang memiliki otoritas, serta mengefektifkan perkembangan social.
Selain itu perlu diciptakan suasana yang kondusif dan keteladanan dari pihak yang memiliki otoritas, serta mengefektifkan perkembangan social.
BAB
III
PENUTUP
Kesimpulan
Peserta
didik mserupakan subjek utama dalam penyelenggaran
pembelajaran. Tugas utama peserta didik adalah belajar, yaitu kegiatan atau
usaha yang dilakukan untuk memperoleh perubahan perilaku dari segala aspek,
mulai dari kognitif sampai psikomotorik.
Selama
proses belajar berlangsung, pengembangan kepribadian peserta didik pun ikut
berubah. Faktor-faktor yang mempengaruhinya adalah faktor bawaan, termasuk
sifat-sifat yang diturunkan kepada anaknya, pengalaman awal dalam lingkungan
keluarga ketika anak masih kecil pengalaman kehidupan selanjutnya dapat
memperkuat konsep diri dan dasar kepribadian yang sudah ada. Begitu banyak tipe
dan karakteristik dari kepribadian dan tiap individu.
Dan
setiap orang memiliki kepribadian yang tidak sama, sehingga
dengan ketidaksamaan tiap individu, para pendidik harus bisa memahami
kepribadian masing-masing agar prestasi peserta didik satu dengan peserta
lainnya mempunyai peluang yang sama tanpa membuat kepribadian buruk mereka
muncul.
DAFTAR PUSTAKA
Ø Sardiman. 2011.
Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: Rajawali Press
Tidak ada komentar:
Posting Komentar