Kata Pengantar
Puji dan syukur Alhamdulillah kami panjatkan atas kehadirat
Allah swt. Yang senantiasa melimpahkan rahmat, nikmat, taufiq dan hidayahnya
kepada kita semua. Sehingga dengan itu semua kami masih dapat melaksanakan
tugas dengan menyelesaikan makalah ini, Selanjutnya shalawat dan salam semoga
tetap tercurahkan kepada junjungan Nabi Muhammad Saw, para keluarga, sahabat
dan para pengikut beliau secara keseluruhan.
Kemudian ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kami sampaikan
kepada seluruh pihak yang telah terlibat membantu dalam proses pembuatan
makalah ini. Juga ucapan terima kasih kami haturkan kepada bapak dosen
pembimbing mata kuliah Tafsir Tematik yang telah memberikan tugas makalah ini
kepada kami, sehingga memberikan kesempatan kepada kami untuk terlibat aktif
dalam proses mengikuti kegiatan belajar mengajar didalam dikelas.
Selanjutnya, kepada para pembaca, kami sangat mengharapkan kritik
dan sarannya kepada kami apabila masih terdapat banyak kekurangan maupun
kesalahan yang terdapat didalam makalah ini. Karena bagaimanapun juga yang
namanya manusia tentu memiliki salah dan khilaf.
Akhirnya harapan kami semua selaku kelompok pemakalah semoga apa
yang telah dan akan kita laksanakan didalam menuntut ilmu ini, kiranya mendapat
ridho dari Allah swt. Dan berbagai kesalahan semoga diampuni-Nya. Dan kepada
para pembaca semoga makalah kami ini dapat bermamfaat. Amin.
Daftar
isi
Bab I :
Pendahuluan..............................................................................
A.
Latar Belakang............................................................................. 1
Bab
II. : Pembahasan...............................................................................
B. Pengertian Pembaharuan Islam.................................................... 2
C.
Pembaharuan Dimasa Turki Usmani............................................ 3
1. generasi pembaruan pertama.................................................. 3
2. Kelompok Tanzimat................................................................. 3
a).
Mustafa Rasyid Pasy.................................................. 4
b).
Mustafa sami pasha.................................................... 4
c). Muhmed syadiq rifat pasha........................................ 5
d). Muhmed syadiq rifat pasha....................................... 5
D. Pembaharuan
Di India.................................................................. 6
-Syekh
Wali Allah Dari Delhi........................................................ 6
-Syekh Ahmad Sirhindi................................................................ 7
E. Pendudukan Napoleon dan Pembaharuan Mesir......................... 8-9
F. Jamaluddin Al-Afghani................................................................ 10
G. Muhammad Abduh...................................................................... 10
Bab
II. : Penutup.....................................................................................
H. Kesimpulan................................................................................. 11
Daftar
pustaka......................................................................................... vii
PENDAHULUAN
A.Latar Belakang
Pembaharuan dalam Islam dikenal juga dengan modernisasi Islam,yang
mempunyai tujuan untuk menyesuaikan ajaran yang terdapat dalam Agama dengan
ilmu pengetahuan dan Falsafah modern,tetapi perlu diingat bahwa dalam Islam ada
ajaran yang tidak bersifat mutlak,yaitu penafsiran atau interpristasi dari
ajaran-ajaran yang bersifat abadi dari masa ke masa.dengan kata lain
pembaharuan mengenai ajaran-ajaran yang bersifat mutlak tak dapat diadakan
karena sudah tidak bisa lagi diganggu gugat seperti pada hukum-hukum yang
tercantum dalam Al-Qur’an.pembaharuan dapat dilakukan dengan meninjau kembali
beberapa aspek yang memang memerlukan untuk diperbaharui seiring dengan
perkembangan zaman yang semakin modern sehingga mampu diterapkan dalam
kehidupan sehari-hari seperti sekarang ini.
PEMBAHASAN
B.Pengertian Pembaharuan Islam
Dalam bahasa Arab,sesuatu dikatakan “Jadid”(baru),jika bagian-bagiannya
masih erat menyatuh dan masih jelas.Dalam kosa kata Islam kata pembaruan
digunakan kata tajdid yang berasal
dari kata jadid.kemudian terdapat
berbagai istilah yang dipandang memiliki relevansi makna dengan pembaruhan
yaitu modernisasi,reformisasi,revilatisasi,dan lainnya.selain kata tajdid ada istilah lain dalam kosa kata
Islam tentang kebangkitan dan pembaruan,yaitu kata islah.kata tajdid biasa
diterjemahkan “pembaruhan” dan islah sebagai
“perubahan”.
kedua kata tersebut secara bersama-sama mencerminkan suatu tradisi yang
berlanjut,yaitu suatu upaya menghidupkan kembali keimanan Islam berserta
praktek-prakteknya dalam komunitas kaum muslimin.
Pembaharuan berarti proses atau kegiatan memperbaiki supaya menjadi
baru,jadi seluruh kegiatan membaharui,menata kembali,dan mengubah disebut
pembaharuan.pembaharuan dalam Islam berarti pikiran dan gerakan untuk
menyesuaikan paham-paham keagamaan Islam dengan perkembangan baru yang
ditimbulkan oleh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi modern[1].
C. Pembaharuan Dimasa Turki
Usmani
- Generasi Pembaruan Pertama
Usaha modernisasi di turki sebenarnya
lebih awal dibandingkan mesir.periodesasi modern di turki mulai muncul
kekalahan-kekalahan mereka di medan perang melawan bangsa-bangsa eropa.ketika
itu,kecanggihhan militer eropa membuat turki sadar bahwa ada kemajuan di
belahan bumi lainnya yang dapat mengalahkan mereka.tahun 1683 tentara besar
usmani dipukul mundur oleh tentara eropa dalam sebuah pertempuran untuk
menguasai wina.kerajaan usmani dengan terpaksa menyerahkan sebagian wilayah
diantaranya Hongaria kepada Austria,daerah Podolia kepada Polandia,dan Azov
kepada Russia.kini mulai terbukalah mata orang turki tentang kelemahan mereka
selama ini dan mereka pun ingin belajar banyak atas kemajuan eropa.
-Kelompok
Tanzimat
Kelompok tanzimat adalah suatu generasi pelanjut dari ide-ide Mahmud
2 yang banyak berperan,mengadakan usaha perbaikan,pengaturan dan penyusunan
undang-undang baru baik bidang ekonomi,pendidikan,militer,pemerintahan dan
sosial di Turki pada waktu gencar-gencarnya usaha modernisasi turki.sejumlah
tokoh pentingmasa tanzimat ini berperan merakit ide-ide yang waktu itu dianggap
cukup radikal.
Mereka ini selain sudah mampu mencermati ide-ide modern barat,juga
peluang pembaruan itu sendiri makin terbuka bagi rakyat turki. sehingga
relative kecil tantangan yang dihadapi pada saat usaha pembaruan itu lebih
dinamis lagi dijalankan.
Peran kelompok tanzimat yang lebih efektif antara tahun
1839-1971.walaupun nanti kelompok ini tidak secara langsung berada di
pemerintahan,namun ide mereka berpengaruh dalam kekuasaan Negara.para tokoh
tanzimat yang dianggap paling berpengaruh ialah:
a). Mustafa Rasyid Pasya
Mustafa Rasyid Pasya dilahirkan di Istanbul tahun 1800,termasuk
tokoh utama dalam pembaruan ini.pengalaman pendidikan Madrasah membuat ia
termasuk kelompok terpelajar.hal ini pula yang mengantarkannya menduduki
jabatan pemerintahan nantinya.karier awal yang ditempuh,sebagai pegawai
pemerintah.kemudian karena kedudukannya kian meningkat,maka tahun 1834 ia dikirim ke paris sebagai duta besar.saat
berada di negeri Napoleon inilah,ia makinkenal dengan ide-ide Revolusi Perancis
itu sendiri.beberapaperiode berikutnya,ia sempat menjadi duta besar di sejumlah
Negara eropa lainnya.kemudian,setelah ia menjadi duta besar luar negeri tahun
1839 sampai jabatan puncak selaku perdan menteri.
Dari hasil kunjungannya ke beberapa Negara barat itu,ia melihat
sebab-sebab kemajuan yang dicapai mereka secara umum antara lain,toleransi
kehidupan beragama amat tinggi.orang eropa juga mampu melepaskan sekat-sekat
agama dalam perkehidupannya.
b). Mustafa Sami Pasha
mustafa sami pasha (wafat.1855) ialah seorang yang mempunyai
pengalaman luas dan terutama sekali pernah berkunjung ke negara
eropa.pengalamannya itulah yang mendorong ia untuk bergabung dalam tanzimat dan
selalu bergairah mendukung gagasan pembaruan ditubuh pemerintah turki.
Selama ia berkunjung ke negara perancis dan eropa lainnya
terlihat jelas bahwa kemajuan barat saat itu karena ditunjang oleh ilmu
pengetahuan dan teknologi.turki saat ini terbelakang bahkan dapat dikalahkan
oleh mereka juga akibat tidak menguasai iptek jadi wajar kalau kemajuan barat
seperti itu patut ditiruh oleh bangsa turki.lebih lanjut ia mengatakan bahwa
eropa menjunjung tinggi pendidikan dalam semua lapisan masyarakat luas sehingga
merupakan tuntutan mutlak bagi mereka.
c). Muhmed Syadiq Rifat Pasha
Mahmed syadiq rifat pasha yang hidup tahun 1807-1856 adalah
seorang tokoh tanzimat yang berpengaruh dalam ide pembaharuan.pemikikiran rifat
pasha juga banyak terarah kepada perbaikan perundang-undangan.menurutnya,untuk
menjadikan negara dapat berjalan baik,maka sultan mesti tunduk kepada
undang-undang.negara juga mutlak tunduk pada peraturan yang berlaku,kodifikasi,
hukum admitristasi yang dibuat,dan sebagainya.dengan demikian hukum benar-benar
dijunjung tinggi.
Produk hukum masa itu sudah dianggap merupakan perpaduan dari
berbagai hukum internasional.turki untuk pertama sekali dalam sejarah dunia
islam menerapkan hukum positif.hukum pidana dikenalkan pada tahun 1840,hukum
dagang dikeluarkan 1850,begitu juga badan-badan yang menjalakan roda hukum
diperbaharuinya.mahkama baru urusan pidana dan sipil di dirikan pada tahun
1847.
d). Ali Pasha dan Faud Pasha
Ali pasha (1815-1871) dan Fuad Pasha (1815-1869) merupakan
murid-murid Musthafa Rasyid Pasha yang turut menyukseskan program tanzimat,bahkan dalam hal menerapkan
perundang-undangan produk paska piagam Humayun.
Ali Pasha sebagai orang yang dekat dengan para pengusaha
terutama gurunya,mempunyai hubungan langsung dengan langkah-langkah pembaruan
saat itu.dengan kemampuan dan kepribadian yang dimiliki,karirnya cepat naik
sampai menjadi pejabat istana.
D.Pembaharuan Di India
-Syekh Wali Allah Dari Delhi
Terlahir dengan nama Ahmad Bin Abdul
Rahman (1702-1762),syekh wali allah merupakan seorang penulis yang produktif
dan pemikir yang berpengaruh,tidak hanya di india tapi juga di jazirah
arab.jika dileti mata rantai pengajaran hadits secara seksama maka mayoritas
ahli hadits di india pernah belajar kepadanya.karyanya yang paling terkenal
adalah hujjat Allah al-baltgab,semacam
artikel keagamaan yang filosofis,yang diajarkan di universitas Al-azhar kairo
dalam satu periode Mustafa al-zabidi (w.1791).pengarang kamus bahasa arab yang
terkenal,taj al-‘arusy dan penulis
kumpulan komentar terhadap al-ghazali adalah murid syekh wali allah di delhi
sebelum akhirnya ia pindah ke kairo pada abad ke-18 meskipun jika ditinjau dari
intisari kualitas pemikirannya,wali allah sudah pasti masuk dalam jajaran top
ranking pemikir islam,namun ia merasa belum menjadi terkenal.Syekh wali allah
mempersembahkan,secara sedrhanasebuah sintesis (perpaduan) seluruh disiplin
ilmu yang dimatangkan oleh muslim lainnya,seperti filsafat,teologi,psikologi,sosiologi,hokum,tasawuf
dan tentu saja sejarah. Pertama-tama,syekh wali allah mengungkap metafisik dari
tradisi islam yang mistis-filosofis yang ditafsirkan dan diformulasikan ke
dalam struktur baru dengan maksud untuk membawa agama ortodoks,syariat islam
menjadi focus perhatian,masih sekitar uapaya wali allah,kemudian ia merangkai
seluruh teori yang ia kemukakan dalam beragam disiplin ilmu .salah satu cirri
yang menonjol dari system metafisik ini yang mungkin dicatat sebelum kita
benar-benar berusaha untuk mendeskripsikannya,adalah bahwa seperti umumnya
neo-platonisme,system ini tidak dapat mengenali perbedaan-perbedaan yang berarti antara hal yang bersifat
material dan spiritual.sebenarnya ada beberapa wujud perwakilan spiritual di
dunia ini.namun,mereka berwujud benda (materi).wali allah menaturalkan
supranatural dan sebaliknya,mensupranaturalkan natural.kenyataannya,perbedaan
tersebut tidak tercantum dalam analisa terakhirnya.lagipula,sgala hal yang
bersifat material bukanlah sesuatu yang terjadi tanpa sebab dan alas an.alam
semesta,sbakbs akbar,secara literal diartikan ‘orang terbesar’ sebuah ide
otentik dari pemikiran stoik neo-platinian,sebagai contoh.pemikiran ini
menyebutkan bahwa emosi dapat menyebabkan perubahan fisik.[2]
-Syekh Ahmad Sirhindi
Syekh
Ahmad Sirhind (1564-1624 M).dikenal sebagai tokoh pembaharu islam pada milenium
kedua.julukan tersebut yang proklamerkan sendiri di sirhindi,sebuah daerah di
india bagian timur,dimana pusaranya masih dianggap sebagai objek pemujaan yang populer.kontribusinya
dalam pembaharuan dunia islam tampak dari usaha-usaha yang ia lakukan untuk
menempatkan doktrin dan praktek sufi dibawah kendali hukum syari’at.
Tatkala ia berada di turki ia mencoba member nasehat kepada
sultan untuk mengubah sistem pemerintahan,tapi sultan menolak.dengan terpaksa
ia pergi ke Negara eropa,di negeri ini bebas mengemukakan
pendapat.untukmenyebarkan ide pembaharuan,ia menerbitkan makalah mizam.
Sama dengan riza ,mahmed murad menganggap kemunduran turki usmani
selama ini tidak terletak pada islam dan rakyatnya,tapi terletak pada system
pemerintahannya.sultan yang memerintahkansecara absolut perlu dibati oleh
undang-undang.ia mengusulkan supaya dibentuk badan pengawas yaitu berupa dewan
syari’at agung yang anggota-anggotanya terdiri dari perwakilan Negara islam di
afrika dan asia.dewan inilah nanti yang mengawasi sultan (pemerintah) agar
tidak melanggar system musyawarah dalam konstitusi.dengan jalan itu,sultan
dapat menjalankan keinginan-keinginan rakyat tanpa tindakan absolut.[3]
E.Pendudukan Napoleon Dan Pembaharuan Mesir
Setelah selesainya Revolusi
1789 Perancis mulai menjadi Negara besar yang mendapat saingan dan tantangan
dari Inggris.Inggris diwaktu itu telah meningkat kepentingan-kepentingannya di
India dan untuk memutuskan komunikasi anatara Inggris di barat dan
timur,Napoleon melihat bahwa Mesir perlu diletakkan di bawah kekuasaan
Perancis.di samping itu Perancis perlu pada pasaran baru untuk hasil
perindustariannya.Napoleon sendiri kelihatannya mempunyai tujuan sampingan
lain.Alexander Macedonia pernah menguasai Eropa dan Asia sampai ke India,dan
Napoleon ingin mengikuti jejak Alexander ini.tempat strategis untuk menguasai
kerajaan besar seperti yang dicita-citakannya itu,adalah Kairo dan bukan Roma
atau Paris.inilah beberapa hal yang mendorong Perancis dan Napoleon untuk
menduduki Mesir.
Mesir pada waktu itu berada
dibawah kekuasaan kaum Mamluk.sungguhpun sejak ditaklukkan oleh Sultan Salim di
tahun 1517,daerah ini pada hakekatnya merupakan bahagian dari kerajaan
Usmani.tetapi setelah bertambah lemahnya kekuasaan Sultan-sultan di abad
ketujuh belas,Mesir mulai melepaskan diri dari kekuasaan Istanbul dan akhirnya
menjadi otonom.Sultan-sultan Usmani tetap mengirim seorang Pasya Turki ke Kairo
untuk bertindak sebagai wakil mereka dalam memerintah daerah ini.tetapi kerena
kekuasaan sebenarnya terletak di tangan kaum Mamluk,kedudukannya di Kairo tidak
lebih dari kedudukan seorang Duta besar.
Kaum Mamluk berasal dari
budak-budak yang dibeli di Kaukasus,suatu daerah pegunungan yang terletak di
daerah perbatasan antara Rusia dan Turki.merka dibawa ke Istanbul atau ke Kairo
untuk diberi didikan militer,dan dalam dinas kemiliteran kedudukan mereka
meningkat dan diantaranya ada yang dapat mencapai jabatan militer tertinggi. Setelah
jatuhnya prestise Sultan-sultan Usmani,mereka tidak mau lagi tunduk kepada
Istanbul bahkan menolak pengiriman hasil pajak yang mereka pungut dengan secara
kekerasan dari rakyat Mesir ke Istanbul.kepada mereka disebut Syeikh Al-Balad
dan Syeikh inilah yang sebenarnya menjadi Raja di Mesir pada waktu itu.karena
mereka bertabiat kasar dan biasanya hanya tahu bahasa Turki dan tak pandai
berbahasa Arab,hubungan mereka dengan rakyat Mesir tidak begitu baik.[4]
Napoleon datang ke Mesir
bukan hanya membawa tentara.dalam rombonganya terdapat 500 kaum sipil dan 500
wanita.di antara kaum sipil itu terdapat 167 ahli dalam berbagai cabang ilmu
pengetahuan.Napoleon juga membawa dua set alat percetakan dengan huruf
latin,Arab dan Yunani.ekspedisi itu datang bukan hanya untuk kepentingan
militer,tetapi juga untuk keperluan ilmiah.untuk hal tersebut akhir ini
dibentuk suatu lembaga ilmiah bernama Institut d’Egypte,yang mempunyai empat
bahagian : Bahagian ilmu pasti,Bahagian ilmu Alam,Bahagian Ekonomi-Politik dan
Bahagian Sastra-Seni.Napoleon meninggalkan Mesir pada tanggal 31 Agustus 1801.
Disamping kemajuan
materiini,Napoleon juga membawa ide-ide baru yang dihasilkan revolusi
Perancis,seperti :
·
Sistem pemerintahan republic yang dalamnya kepala Negara dipilih untuk
waktu tertentu.
·
Ide persamaan (egalite) dalam
arti samanya kedudukan dan turut srtanya rakyat dalam soal pemerintahan.
·
Ide kebangsaan yang terkandung dalam maklumat Napoleon bahwa orang
Perancis merupakan suatu bansa (nation)
dan bahwa kaum Mamluk adalah orang asing dan datang ke Mesir dari Kaukasus.
Inilah beberapa dari ide-ide yang
dibawa ekspedisi Napoleon ke Mesir,ide-ide yang pada waktu itu belum mempunyai
pengaruh yang nyata bagi ummat Islam di Mesir.tetapi dalam perkembangan kontak
dengan barat di abad kesembilan belas ide-ide itu makin jelas dan kemudian
diterima dan dipraktekkan.bagaimanapun,ekspedisi Napoleon telah membuka mata
umat Islam Mesir akan kelemahan dan kemunduran mereka.[5]
F.Jamaluddin Al-Afghani
Jamaluddin Al-Afghani adalah
seorang pemimpin pembaharuan dalam Islam yang tempat tinggal dan aktivitasnya
berpindah dari satu Negara Islam ke Negara Islam lain.pengaruh terbesar
ditinggalkannya di Mesir dan oleh karena itu bukanlah tidak pada tempatnya
kalau uraian mengenai pemikiran dan aktivitasnya dimasukkan ke dalam
bahagian,tentang pembaharuan di Mesir.
Jamaluddin lahir di Afganistan
pada tahun 1839 dan meninggal dunia di Istanbul pada tahun 1897.ketika baru
berusia duapuluh dua tahun ia telah menjadi pembantu bagi pangeran Dost
Muhammad Khan di Afganistan.di tahun 1864 ia menjadi penasehat Sher Ali
Khan.beberapa tahun kemudian ia diangkat oleh Muhammad A’zam Khan menjadi
perdan menteri.dalam pada itu Inggris telah mulai mencampuri soal politik dalam
negeri Afganistan dan dalam pergolokan yang terjadi Al-Afghani memilih pihak
yang melawan golongan yang dikosong Inggris.fihak pertama kalah dan Al-Afghani
merasa lebih aman meninggalkan tanah tempat lahirnya dan pergi ke India di
tahun 1869.[6]
G.Muhammad Abduh
Muhammad Abduh lahir disuatu
desa di Mesir Hilir.di desa mana tidak dapat diketahui dengan pasti,karena ibu
bapanya adalah orang desa biasa yang tidak mementingkan tanggal dan tempat
lahir anak-anaknya.tahun 1849 adalah tahun yang umum dipakai sebagai tanggal
lahirnya.ada yang mengatakan bahwa ia lahir sebelum tahun itu.perbedaan
pendapat tentang tempat dan tanggal lahir M.Abduh timbul karena suasana kacau
yang terjadi di akhir zaman Muhammad Ali (1805-1849).
Muhammad Abduh disuruh belajar
menulis dan membaca agar kemudian dapat membaca dan menghafal Al-Qur’an.setelah
mahir membaca dan menulis iapun diserahkan kepada satu guru untuk dilatih
menghafal Al-Qur’an.ia dapat menghafalnya dalam masa dua tahun.kemudian ia
dikirim ke Tanta untuk belajar agama di Mesjid Syeikh Ahmad di tahun
1862,setelah dua tahun belajar bahasa Arab,nahu,sharaf,fiqih,dan sebagainya.[7]
Daftar Pustaka
-
Rahman,Fazlur,2001,Gelombang
Perubahan Dalam Islam,PT.Raja Grifindo Persada,Jakarta.
-
Nasution,Harun,1996,Pembaharuan
Dalam Islam Sejarah Pemikiran Dan Gerakan,PT.Bulan Bintang,Jakarta.
-
Nasution,Harun,1985,Islam Ditinjau
Barbagai Aspeknya,cetakan 5.UI Press.Jakarta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar